Menghapus Keraguan

1009 Words

Wanda menikmati coklat panasnya yang masih mengepul. Tangannya yang lain membolak-balik lembaran naskah novel yang harus ia sunting hari ini juga. Jam kerjanya telah usai, bahkan ia telah berada di sofa empuk apartemen. Namun atasannya berjanji akan memberi bonus jika naskah itu selesai sebelum pukul tujuh pagi esok hari. Menjadi editor adalah pekerjaan yang ia sukai. Meski begitu netranya lebih cepat lelah saat harus berhadapan dengan komputer, laptop dan juga naskah dengan font ukuran kecil. Wanita itu menoleh ke arah pintu saat mendengar langkah kaki. Sepertinya si sepupu sudah pulang. Wanda meletakkan mug dan juga lembaran-lembaran kertas di tangannya. Ia siap mendengarkan kabar yang seharusnya Meyra sampaikan sesaat lagi. "Assalamu'alaikum," ujar Meyra dengan lesu. Ia duduk di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD