Esoknya seperti biasa Ilona memasak dan mengantar Melodi. Tapi, lagi-lagi Erick mencegahnya mengantar Melodi. “Biar aku saja.” katanya seraya mengenakan dasi polos abu-abunya yang senada dengan jas yang dikenakan. Melodi menatap kedua orang tuanya dengan tatapan heran sekaligus takjub. Ilona dan Erick bertatapan sepersekian detik hingga kedua daun bibir Ilona terbuka. “Oke, aku akan ke kantor.” “Kita bareng saja.” kata Erick yang menuai tatapan ganjil Ilona. “Bareng?” dahi Ilona mengernyit heran. “Ya, kita antar Melodi lalu setelah itu kita ke kantor.” Melodi mengangguk-ngangguk dan menggigit roti selai cokelatnya dengan perasaan yang cukup mengesankan. Ini kali pertama ayah dan ibunya berada dalam sa

