Pertemuan Yang Tak Terduga

2071 Words
Di pagi hari seperti biasa Raina sedang memasak makanan untuk keluarganya dibantu dengan putri semata wayangnya yaitu Tasya. " Sayang tolong angkat sayur itu ya dan sajikan di meja makan " ucap Raina " Oke mah " " Oh iya sayang, apa kau tidak ada kuliah pagi ini ? " " Tidak ada ma hari ini Tasya sedang tidak ada kelas " " Oh baiklah, kalau begitu apa kau bisa membantu mama nanti tolong kau belikan bumbu dapur dan s**u juga sudah hampir habis sayang tolong ya " " Baik mah setelah ini nanti Tasya akan belikan semua kebutuhan dapur " " Makasih ya sayang " " Iya sama - sama mah " Setelah selesai dengan masakan nya Tasya dan Raina pun segera sarapan dan disusul dengan Reyga dan kedua adik kembarnya yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan tak lupa tas hitam yang sudah dia gendong dibelakang. " Selamat pagi semuanya " Ucap Devan dan David " Pagi sayang " Ucap Reyga dan Tasya " Pagi juga sayang ayo sarapan " ucap Raina " Baik mah " Kelima anggota keluarga itu pun segera menghabiskan sarapan mereka.Setelah selesai mereka akan berangkat untuk menjalankan aktivitasnya masing masing. Devan dan David pergi ke sekolah mereka menggunakan mobil Terios dan Reyga pergi menggunakan mobil Pajero miliknya.Kini tersisa Raina dan Tasya yang masih setia di Mancion. " Mah Tasya pergi sekarang ya mama apa tidak ingin ikut sekalian ? " " Tidak sayang nanti kan ada teman mama yang mau datang kemari kalau mama tinggal kan kasihan teman mama " " Oh gitu, ya udah ma Tasya berangkat sekarang ya, oh iya mah nanti Tasya pulangnya agak telat ya mah nanti sepulang dari supermarket Tasya mampir ke toko buku dulu emm... nggak papa kan mah " izin Tasya " Iya sayang tidak apa asalkan setelah selesai akan urusanmu langsung pulang ya " " Iya mah " Saat ini Tasya sedang berada di toko buku dia sedang memilih milih buku yang menjadi favoritnya apa lagi kalau bukan novel remaja.Gadis berusia 20 tahun itu sangat gemar mengoleksi bermacam macam novel.Setelah selesai memilih novel, Tasya pun segera menuju supermarket untuk membeli kebutuhan dapur. Sesampainya di supermarket Tasya pun segera memilih milih kebutuhan apa saja yang sudah habis di saat sedang memasukan barang belanjaan nya di troli tiba-tiba ada seseorang yang tidak sengaja menabraknya hingga terjatuh " Aakhh... " pekik Tasya sembari menyentuh b****g dan sikutnya Mendengar hal itu pria tersebut langsung membantu Tasya yang tengah merasa kesakitan " Ma...maaf saya tidak sengaja " " Tidak apa om saya tidak apa apa " Setelah dibantu bangun Tasya yang hendak mengucapkan terimakasih pun tidak sengaja melihat ke arah belakang dimana ada tangga yang akan menimpa laki laki tersebut " Om awas.... " Teriaknya dan segera menarik tangan lelaki tersebut dan secara tidak sengaja memeluknya Disaat memeluk sang pria itu Tasya merasakan hal yang aneh terhadap dirinya. " Ada apa ini mengapa nyaman sekali aku memeluk om ini ? " Batinnya Tidak beberapa lama Tasya yang tersadar pun segera melepaskan pelukan tersebut. " Ah om maaf saya tidak sengaja " " Tidak apa " ucap pria tersebut "Ada apa ini mengapa aku nyaman sekali memeluk gadis ini " batin pria itu " Ah iya kita belum berkenalan siapa nama mu cantik ? " Ucap pria itu " Nama saya Tasya om " " Ah Tasya nama yang cantik, secantik orangnya " " Perkenalkan nama om, Adit senang berkenalan dengan mu " Ya pria yang tidak sengaja bertemu dengan Tasya itu adalah Adit yang tak lain adalah papa kandung yang selama ini tidak bertemu dengan nya selama dua puluh tahun lamanya. Tidak beberapa lama karyawan yang bekerja di supermarket tersebut itu pun meminta maaf akan kejadian tadi " Maaf mbk pak saya tidak sengaja " " Iya mas tidak apa lain kali hati hati ya" ucap Tasya " Iya mbak sekali lagi saya minta maaf" Karyawan tersebut segera kembali melakukan aktivitas nya.Melihat Tasya sedari tadi Adit pun hanya bisa melamun dan tiba tiba kepikiran satu nama yaitu " Raina " kebetulan wajah dan perilaku Tasya sangat mirip dengan ibunya. " Raina kau dimana aku menyesal akan perbuatan ku dimasa lalu sungguh aku menyesal aku ingin bertemu denganmu " batin Adit Tasya yang melihat Adit termenung memanggil orang di depannya " Om om tidak apa apa ? " Tidak ada jawaban dari Adit membuat Tasya sedikit bingung " Om " panggilnya sekali lagi " Ah iya om tidak apa " " Baiklah kalau begitu saya pamit dulu ya o*******g bertemu dengan om " " Assalamualaikum " " Wa.. wa'alaikumsalam " Adit pun masih setia memandang Tasya dari kejauhan " Raina apa itu putri kita ? dia sudah besar " batinnya " Sungguh aku rindu dengan kalian berdua apa kabar kalian aku sangat menyesal akan perbuatan ku dimasa lalu aku ingin memperbaiki nya " Tidak beberapa lama Adit pun berinisiatif untuk mengikuti Tasya dari belakang hingga berhenti di sebuah Mancion milik Reyga. " Jadi ini rumah gadis itu " beberapa lama terlihat Raina sedang membantu Tasya untuk membawa barang belanjaannya " Raina itu putri kita ? Cantik sekali " ucap Adit pelan Tidak beberapa lama dua mobil datang ke Mancion tersebut mereka adalah Reyga dan kedua adik kembar Tasya " Siapa itu ? " Reyga pun keluar dari mobil... " Rey... Reyga " " Kedua anak itu... " Adit pun berfikir " Yah sekarang aku tahu ternyata mereka kedua anak Reyga " " Akhirnya aku menemukan kalian. Tasya maafkan papah nak, papah tidak bisa menjadi papah yang baik buat kamu " Ucap Adit sembari menitikkan air matanya Kemudian Adit pun teringat akan masa lalunya dimana beberapa tahun lalu dia tega membuat kehidupan Raina hancur dengan merenggut kehormatan nya gadis lugu itu dan tega berselingkuh di belakang perempuan sebaik Raina. flashback on Terlihat seorang pria sedang asyik meminum minuman di bar siapa lagi bukan Adit pemilik PT Perkasa grup itu sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa jika kau di sedang penat akan pekerjaannya.Mabuk mabukan dan bermain dengan wanita itu sudah menjadi kebiasaan pria berumur 27 tahun itu. Tidak beberapa lama ada seorang gadis yang menghampirinya gadis itu tampak cantik dan seksi dengan pakaian minim nya itu datang menghampiri Adit " Malam tuan apa kau mau berdansa dengan ku " tanya gadis itu dengan nada sensualnya " Tentu saja manis mari kita nikmati malam ini " Ucap Adit dengan senyum smirk nya Melihat penampilan sang gadis membuatnya menuruti keinginan gadis itu. Adit pun berdansa dengan gadis yang menurut nya sangat menarik perhatiannya. Tidak disangka hubungan Adit dengan gadis itu berlanjut bahkan Gadis yang sudah berstatus sebagai kekasih Adit itupun juga bekerja di perusaahan yang Adit rintis. Hubungan mereka sudah menginjak hampir lima bulan lamanya Adit yang berniat untuk melamar sang gadis itu dikejutkan dengan kenyataan pahit, dimana sang gadis menolah mentah-mentah akan lamaran nya dan juga sudah menghancurkan perusahaannya. Satu fakta yang mengejutkan bagi Adit adalah bahwa gadis itu merupakan sepupu dari mantan kekasihnya dahulu yaitu Anita.Anita sang model yang pernah ia campakkan tidak berhenti sampai disitu dia berniat membalaskan dendam yang ia rasakan dulu melalui sepupu nya sendiri. Sepupu dari Anita itu pun berhasil membuat perusahaan yang telah bertahun-tahun Adit bangun itu pun harus bangkrut dikarenakan satu perempuan yang sangat ia percaya. Sejak saat itu Adit sudah tidak punya apa apa dia harus melunasi semua hutang hutangnya dan kini hanya tersisa mobil dan juga rumah sederhana yang ia beli dari sebagian dari tabungannya. Rumah mewah, perusahaan dan beberapa mobil mewah miliknya pun harus ia relakan disita bank karena tidak mampu melunasi hutangnya. Setelah kejadian itu dia sangat hancur semua harta yang ia miliki habis seketika. Setahun kemudian Adit pun membangun bisnis dan bangkit kembali akan keterpurukan nya. flashback off Melihat putri semata wayangnya dan Raina yang telah bahagia Adit pun merasa lega.Dia pun segera bergegas menuju rumah nya yang ternyata tak jauh dari kediaman Reyga. Di malam hari Tasya yang baru saja menyelesaikan tugas kuliahnya pun berniat untuk menuju kamar sang adik.Tasya pun berjalan dan segera membuka pintu tersebut terlihat Devan sedang memainkan ponselnya. " Van ngapain ? " tanya Tasya yang berjalan ke arah Devan " Eh kakak ini lagi main game aja kak kenapa ? " " Nggakpapa nggak ngerjain tugas kamu ? " " Udah selesai kok kak baru aja, sini kak " Ucap Devan sembari menepuk sebelah kasur miliknya " Van... " Ucap Tasya manja sembari memeluk tangan Devan dari samping dan menyandarkan kepala nya di pundak Devan " Apa kakak ku sayang kangen ya sama Abang Devan ? " tanya Devan percaya diri " Idih nggak GR banget kamu " " Alah kalau kangen bilang aja kali nggak usah malu tu pipi nya merah gitu " tunjuk Devan ke pipi Tasya Disaat asyik ber manja manja dengan sang adik tiba tiba terdengar pintu kamar mandi terbuka, siapa lagi kalau bukan si bungsu David yang baru saja selesai mandi.Tetapi sesuatu tengah terjadi... " Kakak aku pinja.... " Belum selesai David menyelesaikan kalimatnya David pun terkejut dengan kehadiran Tasya di kamarnya,handuk yang semula melilit bagian tubuh bawahnya pun jatuh hal itu sontak saja membuat Tasya berteriak dan memalingkan wajahnya dan bersembunyi di d**a bidang sang adik. " Astaghfirullah David, ih apaan sih porno lu ah " Ucap Tasya yang masih setia memeluk Devan " Vid please ada kakak Woy lah cepet pake itu handuknya " " Ah iya maaf kak maaf tapi david boleh ya pinjem catatan kakak nanti " " Iya iya pinjem aja tapi ganti dulu sana he " David pun segera mengambil baju nya dan kembali ke kamar mandi.Setelah selesai dengan urusannya David pun keluar dengan pakaian kaos putih dan celana pendeknya. " Ih kakak masuk nggak bilang-bilang " protes David kepada sang kakak " Ye mana aku tau kalau gini jadinya lagian kamu biasanya kan ganti baju di dalam kamar mandi ini kenapa keluar nggak pake baju" " He..he ya maaf kak lupa " " Kamu kebiasaan " " Ada apa kak kok tumben ke kamar kita? " tanya David " Iya nih kak ada apa kak ? " tanya Devan " Aku mau cerita tapi kalian janji ya jangan bilang papa sama Mama ? " tanya Tasya sembari menautkan jari kelingking ke kedua adik kembarnya itu " Iya janji " ucap keduanya Tasya pun mulai bercerita dari pertama dia bertemu dengan Adit hingga dia mengetahui bahwa dia diikuti oleh Adit hingga sampai mancion " Serius kakak meluk om itu ? " Eh tapi kakak nggak kenapa napa kan kak? nggak ada yang sakit kan ? " Ucap Devan khawatir " Nggak Van kakak nggakpapa dan aneh nya satu lagi ni " " Apa kak ? " tanya keduanya " Entah kenapa ya sewaktu kakak peluk om itu rasanya itu nyaman banget kayak apa ya, sesuatu dari kakak yang hilang tu ketemu kembali gitu Lo pokoknya rasanya nyaman banget pelukan sama om itu, bahkan lebih nyaman rasanya dari pada di peluk sama papah " jujur Tasya " Wah jangan - jangan... " Ucap David " Jangan - jangan apa Vid ? " tanya Tasya " Itu papa kakak yang hilang dan baru ketemu sekarang " Mendengar hal itu Devan spontan langsung menjitak kepala sang adik hingga membuat sang empu meringis kesakitan " Semprul kalau ngomong tu yang bener " " Papa...papa. Papa kak Tasya itu cuma satu papa Reyga papa kita berdua juga " " Ya kan cuma bilang aja kak lagian di cerita w*****d juga gitu " " Kebanyakan baca w*****d sih lu jadi rada-rada " " Ya maaf kak " Melihat Tasya yang sedari tadi hanya diam tak bersuara Devan pun berinisiatif untuk menghiburnya " Udah kak jangan didengerin kata David dia cuma bercanda kok " ucap Devan memeluk sang kakak dari samping " Nggak papa kali Van aku tau kok emang rada rada ni anak " Mendengar hal itu David pun hanya mendengus kesal " Terus kak habis ketemu itu gimana? " tanya Devan " Ya nggak gimana mana, cuma tadi kalau nggak salah ya, ada orang yang ngikutin kakak dari belakang sewaktu pulang dari supermarket tadi.Kayaknya om itu tadi deh yang ngikutin kakak sampai ke rumah " " Serius kak ? " tanya David " Kayaknya sih soalnya nggak begitu jelas juga kaca mobilnya agak gelap orang itu tadi sempet buka kaca mobilnya tapi setelah kakak liat dia buru-buru pergi " " Dia siapa sih kakak kok kayanya kepo gitu sama kakak ? " tanya David " Nggak tau juga kakak " " Sepertinya ada yang mencurigakan aku harus cari tau " batin Devan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD