Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya Devan dan David hari ini berniat untuk menjalankan aksinya.Benar saja seperti apa yang dikatakan Devan kemarin Adit datang lagi untuk bertemu sang putri secara diam diam.
" Vid David tu tu liat ada orang memakai baju berwana hitam yang memantau Mancion kita " Tunjuk Devan kepada orang yang lagi bersembunyi di depan Mancion
" Eh iya kak cepet kak ikutin ikutin eh.. tapi sekolah... "
" Udah hari ini kita bolos aja masalah papah biar nanti kakak yang urus "
" Oke deh aku ikut aja ayo kak buruan sebelum orang itu hilang "
" Iya bentar "
Devan pun segera mengancam gas dan melajukan mobilnya.Kedua anak kembar itu mengikuti kemana perginya si pria misterius itu.Hingga tiba saatnya mereka tiba di rumah sederhana.
" Stop kak stop kita disini saja "
Devan dan David terus mengawasi si pria itu.Hingga si pria masuk ke rumah sederhana nya.
" Vid orang itu udah masuk rumah ayo kita ikutin cepetan "
" Oke kak "
Keduanya mengikuti si pria itu yang masuk ke rumahnya.Devan pun sedari tadi melihat dalam rumah si pria itu pun tidak sengaja melihat foto Tasya yang terpampang di ruang utama.
" Loh itu kan foto kakak "
" Mana kak? " tanya David
" Itu tu liat " Devan pun menunjuk foto yang lumayan besar itu
" Lah iya bener "
" Kita masuk aja kuy kepo ni kakak "
" Ya udah ayo kak "
Devan pun segera masuk diikuti David dari belakang dan ternyata pintu rumah itu tak terkunci.Mereka melihat sekeliling rumah dan masuk ke salah satu kamar tersebut.Mereka terkejut akan satu bukti bahwa banyak foto yang terpajang di sana mulai dari foto Tasya dan mama mereka.
" Loh kok ada foto mama juga ? ini orang siapa sih ? " tanya Devan
" Iya ni bentar kak aku kok penasaran sama isi laci itu ya "
David pun membuka isi laci itu yang ternyata berisikan buku diary dan foto mama dan kakak nya.
" Kak ada surat, seperti nya diary ini sudah lama "
" Coba baca "
Saat David ingin membaca diary itu tiba tiba terdengar pintu kamar mandi terbuka, sadar akan hal itu keduanya pun langsung keluar melalui jendela kamar itu dan menuju mobilnya.Devan pun melajukan mobilnya dan menjauh dari rumah itu.
Dirasa sudah jauh dari pekarangan rumah Adit,David pun segera membaca surat itu. Surat itu berisikan tentang rasa penyesalan Adit yang sudah men sia-sia kan gadis sebaik Raina dan tega menghancurkan kehidupan Raina dengan cara merenggut kehormatan nya.David pun membaca di halaman kedua yang berjudul anakku surat itu ditujuan kepada Tasya anak kandungnya di mana Adit dengan tega tidak mengakui bahwa anak yang dikandung Raina dulu adalah buah hatinya.
Setelah selesai membaca diary tersebut sampai selesai Devan dan David sangat terkejut akan kebenaran ini.Mereka pun dilema harus mengatakan hal ini kepada kedua orang tua mereka dan memberi tahu Tasya akan semua ini atau tidak, karena walau bagaimana pun Tasya berhak mengetahui akan hal ini.
Kedua adik kakak itu memutuskan untuk pulang ke rumah.Setelah sampai Devan dan David dikejutkan oleh kehadiran papa dihadapannya.
" Loh nak, kalian kok sudah pulang ? " tanya Reyga
" Eh pah ah...anu pah tadi kita... " Ucapan David terpotong
" Di sekolah tadi guru lagi rapat pah untuk membicarakan ujian nasional yang sebentar lagi akan diadakan " Ucap Devan cepat
" Bener kamu nggak bohong, kalian nggak lagi bolos sekolah kan ? "
Mendengar hal itu David sedikit terkejut namun Devan pun segera menjawab pertanyaan dari papa agar tidak menimbulkan rasa curiga
" Ya nggak lah pah kita nggak bakalan bolos kita kan anak rajin "
" Baiklah papa percaya ya sudah cepat ganti baju kalian dan makan ya kalian belum makan kan ? "
" Belum pah " Jawab keduanya
Disaat mereka berdua ingin masuk Raina pun datang
" Loh sayang kalian sudah pulang, ini baru jam 11 biasanya kalian pulang jam 2 " ucap Raina sembari melihat jam dinding yang terpasang di ruang tamu
" Iya mah guru lagi ada rapat soalnya membicarakan soal ujian nasional yang sebentar lagi diadakan " ucap Devan
" Oh begitu ya sudah kalian ganti baju dan segera makan ya dan jangan lupa belajar sebentar lagi kalian akan ujian "
" Baik mah " Ucap keduanya
" Oh iya ini pah berkas yang papah minta " ucap Raina memberikan beberapa berkas yang diperlukan Reyga
" Oke makasih mah papah ke kantor lagi ya kalau begitu "
" Iya hati - hati ya "
" Oh iya kalian berdua jaga diri kalian ya dan jaga mamah dan kakak kalian oke "
" Oke beres pah "
Di malam harinya David yang baru saja dari dapur berniat untuk keluar rumah untuk mencari udara segar tetapi dengan tidak sengaja David mendengar perbincangan dari kedua orang tuanya dan itu mengungkapkan satu fakta lagi terhadap Tasya.
" Sayang, kau curiga tidak dengan kedua putra kita tadi " ucap Reyga
" Aku juga curiga sih aku rasa ada yang disembunyikan dari kedua nya "
" Perasaan ku menjadi tidak enak sayang, apa jangan - jangan " ucap Reyga menggantungkan perkataan nya
" Jangan - jangan apa sayang ? "
" Sepertinya mereka sudah tau akan sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu mu dan Tasya "
Deg....
" Sayang " ucap Raina memegang tangan suaminya
" Aku mohon jangan kasih tahu mereka apa lagi Tasya, kalau Tasya sampai tahu dia pasti akan sangat hancur "
" Aku takut kalau dia sampai mengetahui kalau kamu bukan papah kandungnya dan Adit lah papah kandungnya maka semua akan hancur sayang Tasya pasti akan sedih nanti "
" Aku juga takut kalau Tasya dibawa oleh Adit, pria itu tidak memiliki perasaan sama sekali aku sangat membencinya sampai kapanpun " Ucap Raina yang teringat kembali akan masa lalu nya yang kelam
" Cukup... cukup aku saja yang merasakan rasa sakitnya Tasya jangan hiks...hiks..."
" Hush.... hush.... sudah sudah apapun yang terjadi Tasya tetap putri ku dan itu tidak dapat dibantah "
" Aku sangat menyayangi putri kita rasa sayang ku sama seperti rasa sayang ku terhadap si kembar "
" Sudah jangan menangis nanti anak-anak bisa tahu, udah ya " Ucap Reyga mengusap air mata Raina dan memeluk sang istri dari samping untuk menenangkan nya
Deg...
" Berarti apa yang aku dan kak Devan tahu tadi pagi adalah benar " Ucap David tidak percaya
Tanpa mereka berdua ketahui David yang sedari tadi dibelakang pun mencoba merekam pembicaraan kedua orang tuanya dan akan memberi tahu Devan akan hal ini.David pun segera berlari menuju kamarnya.
" Kak Devan kak kakak " Ucap David ter engah-engah
" Apaan sih vid "
" Ini minum " David pun melemparkan minuman dingin untuk kakaknya
" Ada satu fakta lagi kak "
" Fakta apa tentang kakak? apa ? " ucap Devan antusias
" Nih dengerin aja nanti kakak pasti paham "
Devan pun mendengarkan rekaman suara yang direkam melalui ponsel David.Setelah mengetahui hal itu niat Devan ingin memberi tahu sang kakak semakin bulat
" Fiks ini kakak harus tau "
Devan pun bergegas menuju kamar Tasya dan diikuti oleh David dari belakang.Disaat Devan akan memberitahu ternyata Tasya sedang tidur Devan jadi tidak tega jikalau harus membangunkan kakaknya itu.Apa lagi mereka berdua sudah mengetahui sifat sang kakak.Tasya akan sangat marah jika saja tidur nya diganggu.
" Yah kakak udah tidur vid, gimana dong ? "
" Yah mau gimana lagi kak mau tidak mau besok aja kita beri tahu kak Tasya, nggak mungkin kan kalau kita bangunin sekarang, yang ada kita nanti dijadiin santapannya ngeri tahu kak "
" Ya sudah kalau begitu besok saja kita beri tahu mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk kita beritahu kakak "
" Ya udah vid ayo balik ke kamar tidur saja udah malam besok juga kita harus sekolah "
" Oke kak " Ucap David menutup pintu kamar Tasya perlahan
Mereka pun segera menuju kamar mereka dan keduanya pun sepakat untuk memberitahunya keesokan paginya.