Kecewa

2065 Words

“Jadwal saya setelah ini apalagi, Dim?” Dimas, sekretaris sekaligus asisten pribadi Erlangga, bergegas mengecek tablet di tangannya dan membacanya saksama. “Nggak ada pak. Rapat dengan tim audit tadi yang terakhir untuk hari ini.” Erlangga menganggukkan kepala sembari terus melangkahkan kakinya kembali ke ruangan. Sepanjang hari ini ia harus mengikuti rapat demi rapat dengan beberapa divisi untuk menuntaskan permasalahan di Manado. Ia berencana menarik semua tim yang ada di sana dan menggantinya dengan tim lain yang akan mulai bekerja dua minggu lagi. “Kalau ada yang mau bertemu saya tolong di alihkan ke hari lain,” kata Erlangga. Mereka sudah sampai di ruangan Direktur Utama. Tangan kanannya berada di handel pintu ruang kerjanya. “Saya mau pulang cepat.” Dengan senyum tipis, Dimas ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD