Jarum jam yang menempel di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Namun Mayang masih belum bisa memejamkan mata. Dua hari sejak penjelasan Erlangga mengenai sikapnya terhadap Ane, sejak saat itu pula semua kembali seperti semula saat dirinya belum mengenal gadis kecil itu. Mayang mengeratkan pelukannya pada guling yang menemani tidurnya malam ini. Berbalik ke sisi kiri ia coba pejamkan mata yang mulai terasa lelah. Mayang merasa belum lama terlelap saat suara ponsel yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya berbunyi. Masih dengan mata terpejam, ia arahkan tangannya untuk meraih ponsel itu. Nama Shinta tertera di layarnya. Dengan dahi berkerut samar ia lirik jam digital yang tertera di layar ponselnya yang masih berdering. Pukul dua dini hari. Ada ap

