Kesetiaan yang Berbisa

1182 Words

Julian tidak menunggu sedetik pun. Dengan gerakan yang lebih cepat dari kilat, ia menerjang ke arah ranjang rumah sakit. Ia tidak memanggil dokter; ia tahu setiap milidetik adalah nyawa. Tangannya yang gemetar namun pasti langsung merenggut selang infus dari tangan Tuan Adiwangsa, mencabutnya paksa hingga darah sedikit memercik ke sprei putih. ​"Dokter! Sialan, mana dr. Gunawan?!" raung Julian, suaranya menggelegar memenuhi ruangan, mengalahkan bunyi flatline yang menyakitkan telinga. ​Di lantai, Elena masih membeku. Matanya terpaku pada monitor yang menampilkan garis lurus hijau yang tak kunjung bergelombang. Dunianya berhenti. Ia melihat ayahnya kejang, lalu tiba-tiba... diam. Terlalu diam. ​"Papa..." bisik Elena, suaranya nyaris tak terdengar. ​Tim medis menyerbu masuk. Dr. Gunawan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD