Perang dalam Balutan Renda

1260 Words

Julian duduk sendirian di ruangan yang luas dan sunyi itu. Aroma kopi yang sudah dingin dan ketegangan yang tersisa seolah masih menggantung di udara. Ia telah memenangkan pertempuran besar, namun kemenangan itu terasa hambar. Tanpa sadar, tangannya meraih ponsel dan menekan nama Elena. ​Dering pertama membuatnya tersentak, menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Namun, sebelum ia sempat mematikan sambungan, suara Elena terdengar dari seberang sana. ​"Halo?" suara Elena terdengar datar, masih menyimpan luka dari perdebatan mereka tadi pagi. ​Julian membeku. Tenggorokannya terasa tercekat. Semua kata-kata angkuh yang biasanya ia siapkan mendadak hilang. Ia ingin mengucapkan terima kasih, ingin meminta maaf atas sikapnya yang kasar, namun egonya kembali membentengi hatinya. Ia hanya diam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD