Aritmatika Cemburu

1384 Words

Cahaya matahari pagi yang tajam mulai menyusup melalui celah gorden, membelah keheningan kamar utama yang luas itu. Julian terbangun lebih dulu. Tubuhnya masih terbaring kaku, namun matanya sudah terbuka sempurna, menatap langit-langit kamar dengan sorot yang kembali tajam—seperti seorang jenderal yang sedang memetakan medan tempur segera setelah membuka mata. ​Namun, berat beban di lengannya mengingatkannya pada kejadian semalam. Elena masih terlelap, wajahnya terbenam di ceruk leher Julian. ​Julian tidak bergerak. Ia membiarkan napas Elena yang hangat menerpa kulitnya, meskipun otaknya sudah mulai menyusun jadwal pertemuan pukul sembilan pagi dengan dewan direksi. Kesadaran penuh kembali menghantamnya: ia adalah Julian Armand, dan hari ini adalah hari penghakiman bagi Sofia dan Leon.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD