Jasmine sudah banyak menangis, tetapi untunglah dia memiliki es batu di kantor untuk mengompresi matanya sehingga wajahnya terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Pagi hari dimulai dengan drama bersama Xavier membuat energinya banyak terkuras, tetapi dia berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaan. “Di mana kau membeli scarf itu, Jasmine?” Jasmine menolehkan kepala, menemukan Ivy datang ke ruangannya. Dia bahkan tidak menyadari ada yang masuk, karena berusaha keras mengimbangi antara pekerjaan dan Xavier. Bisa dikatakan kalau kedatangan Ivy sudah menjadi sumber penyelamatnya. “Aku membelinya saat bazar waktu itu. Apa kau ingat?” “Saat bersama anggota lainnya?” “Ya, atasan kita meminta agar kita mengikuti acara itu sebagai hiburan,” ucap Jasmine sembari memperhatikan tulisan yang ada p

