Sepanjang perjalanan, Jasmine tak henti-hentinya meloloskan umpatan kasar dalam hati. Sialnya ancaman Xavier membuat Jasmine sama sekali tidak bisa berkutik. Mulut b******n pria itu ingin sekali dia robek. Jasmine membenci dirinya berada di ambang kerumitan, hingga membuatnya tak berdaya. Tidak ada satu orang pun yang bisa membuat Jasmine berada di ambang kerumitan. Hanya Xavier Coldwell yang sialnya membuatnya terbelenggu di dalam kerumitan ini. “Wajah cantikmu tidak akan terlihat cantik jika kau memasang wajah geraman.” Xavier yang tengah mengemudikan mobil, melirik sekilas Jasmine yang nampak menahan rasa kesal. Napas Jasmine memburu, menatap tajam Xavier. Tidak ada kata yang terucap di bibirnya. Hanya sepasang iris mata tajam, membendung kemarahan. Dalam hati, dia berharap segera

