Satu minggu Jasmine mendiamkan Bernard. Pesan ataupun panggilan telepon telah diabaikannya. Dia tidak bermaksud membandingkan. Akan tetapi, faktanya Xavier jauh lebih berani berkorban daripada Bernard. Itu yang selalu muncul di dalam benaknya. “s**t! Kenapa malah aku memikirkan pria berengsek itu!” geram Jasmine kesal pada dirinya sendiri. Suara ketukan pintu terdengar… “Masuk!” seru Jasmine meminta orang yang mengetuk pintu kamarnya, untuk masuk ke dalam. Dia masih belum kembali bekerja. Dia mengambil cuti panjang, sejak kejadian kebakaran di mall tempo hari. “Sayang, apa Mommy mengganggumu?” Mila menghampiri Jasmine, lalu duduk di samping putrinya. Jasmine tersenyum sambil menatap ibunya. “Tidak, Mom. Kau sama sekali tidak menggangguku.” “Kau masih marah pada Bernard?” tanya

