“Halo.” Aulia mengerjap dan menoleh. Cewek itu lantas menyapukan pandangannya ke segala arah dan mengerutkan kening. Tempat ini kosong, sama seperti terakhir kali dia datang ke sini. Yang menjadi perbedaan adalah, jika waktu itu tempat ini gelap gulita, sekarang tempat ini menjadi terang benderang. Ralat. Mungkin yang benar adalah, tempat ini didominasi warna putih, sehingga terkesan seperti terang benderang. Lantas, apakah waktu itu sebenarnya bukan gelap gulita, melainkan dirinya berada di tempat berwarna hitam? Aulia memejamkan mata sambil menggeleng. Tidak ada gunanya dia memikirkan keanehan ini. Ketika dia membuka mata, Aulia bertatapan dengan pantulan dirinya sendiri yang sedang tersenyum ke arahnya sambil melambaikan sebelah tangan.

