#32 (1)

1282 Words

Satria pergi ke pelataran parkir mall yang berada di lantai tiga.             Dia berdiri di dekat dinding pembatas. Angin malam yang berhembus memainkan rambutnya dan perlahan dia mulai bisa mendinginkan kepalanya agar bisa berpikir jernih kembali. Namun, tetap saja hatinya merasa panas. Emosinya belum sepenuhnya menghilang dan dia ingin sekali memaki saat ini. Bahkan, milyaran bintang di langit malam ini pun tidak bisa menenangkan hatinya.             Cowok itu kemudian mengeluarkan sekotak rokok dari saku celana jeans-nya. Dia baru saja membeli rokok tersebut di salah satu counter yang menjual makanan ringan dan minuman segar. Sebuah pemantik pun dia keluarkan dan detik berikutnya, sebatang rokok sudah berada di bibir Satria. Cowok itu menghisap rokoknya kuat-kuat dan menghembuskan as

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD