Silva menatap Guruh yang sedang cengengesan di depannya dengan tatapan bete. Cowok itu terlihat seperti anak anjing yang sedang menggoyangkan ekornya karena gembira melihat majikannya sudah pulang. Mata berbinarnya yang juga terlihat nakal itu mungkin sudah berhasil merebut ribuan bahkan jutaan hati cewek yang ditemuinya. Silva sendiri tidak mengerti apa yang dia rasakan. Cewek itu berdebar ketika melihat Guruh, tapi dia juga tidak bisa menyebut perasaan ini sebagai perasaan suka ataupun cinta. Mungkin jantungnya berdebar karena wajah Guruh yang tampan dan senyuman menawannya yang memabukkan itu. Pastinya cewek normal mana pun jantungnya akan berdebar-debar. “Kenapa lo ada di sini?” tanya Silva dengan nada bete. Cewek itu bersedekap. “Kan tadi gue udah teriak di t

