Entah kenapa, belakangan ini Aulia selalu merasa rapuh. Cewek itu jadi gampang berpikiran negatif, suka melamun, cepat marah dan sebagainya. Dia bersyukur Austine dan Andini sudah berhasil menyelesaikan masalah mereka masing-masing, bahkan kedua orang tuanya sudah merestui rencana pernikahan mereka, tapi Aulia merasa dirinya seperti terlempar ke sudut ruangan gelap tanpa adanya cahaya sedikit pun. Saat ditanya oleh Austine pun, Aulia hanya menjawab tidak ada apa-apa. Bahwa dia hanya sedang banyak pikiran menganai pekerjaan. Itu saja. Austine tadinya ingin menginterogasi lebih jauh, tapi melihat sikap, raut wajah dan tatapan adik kembarnya itu, Austine jadi mengurungkan niat. Dia akan membiarkan adiknya lebih tenang dahulu, kemudian kembali menanyakan hal yang seda

