Senja dan Jingga mengikuti kedua orang tua mereka di belakang. Bahkan saat di usia kedua orang tua mereka sudah tidak muda lagi, keduanya masih sangat terlihat romantis dan harmonis. Ayah mereka sangat mencintai bunda mereka, begitu pun sebaliknya. Namun, kalau mereka mengingat lagi cerita kakak kembar sang bunda mengenai masa lalu ayah dan bunda, Senja dan Jingga akan terkekeh geli dan tidak bisa memercayai pendengaran mereka. Bayangkan saja, ayah dan bunda mereka yang tadinya bermusuhan, sudah seperti anjing dan kucing, akhirnya malah saling mencintai dan berakhir dalam pernikahan. Saat ini, mereka berempat akan makan di sebuah restoran untuk merayakan keberhasilan Jingga karena menjadi juara dalam sebuah lomba menulis cerita fiksi. Ini adalah permintaan Jingga

