Vanesha sampai di sebuah kamar berukuran 3 x 3 meter persegi. Cat hijau pastel yang teduh ditambah dengan ranjang kayu ukuran single bed di samping jendela. Di seberangnya ada meja belajar dengan bahan kayu yang sama. Ada juga lemari pakaian dengan bahan kayu yang sama. Semua tertata rapi di dalamnya. Untungnya kamar mandi denga shower dan kloset duduk tersedia juga di dalam kamar tersebut. “Nah, ini kamar asrama mu, selamat datang! Semoga kau suka dan betah selama dua bulan berada di sini. Oh iya, kamarku ada di sebelah kamarmu. Kau cukup mengetuk dinding samping Kasur yang tepat berada di samping kasur ku juga.” “Oh, dinding pun berbicara ya tanpa perlu tatap muka,” sahut Vanesha terkekeh. “Heh. Dinding juga dapat melihat. Sini kutunjukkan!” Cassie menarik tangan Vanesha menuju sebu

