Alan tersentak saat mendengar Deeva anak Rani. Aku menatapnya bingung. Alan kembali melamun. Apa yang sebenarnya ada di pikiran Alan. Beberapa kali ku lambaikan tanganku di depan wajahnya, namun ia tak merespon membuatku harus kembali menggoyangkan tubuhnya. "Ada masalah?" Alan hanya menggeleng membuatku kembali merenyitkan keningku. "Deeva anak Rani, Asisten kamu? Bukankah dia satu tahun lebih muda dari kamu?" Tanyanya menatapku, lalu menatap Deeva bergantian. "Rani melahirkan Deeva di usia muda. Tak seberapa lama setelah ia kembali ke Kalimantan." "Kalimantan?" Tanya nya terkejut. "Iya, setau aku Rani berasal dari Kalimantan. Dia mendaftar ke Cabang Kusuma Co. yang ada di Kalimantan. Tapi, karena hasil kerjanya selalu di atas rata-rata, dia di mutasi ke sini." Alan kembali merenung

