Tanganku tak ada henti-hentinya memainkan handphone. Aku kalut. Sedari tadi yang kulakukan hanyalah berjalan mondar-mandir di ruanganku sembari terus menelpon Aurora. Pikiranku saat ini terus memikirkan kekasih hatiku. Kekhawatiranku akan keadaannya tak dapat kututupi. Ia terlihat baik-baik saja kemarin, bahkan bisa di katakan sangat sehat, terutama setelah bidai yang membalut lenganya dilepaskan. Yah, walaupun aku tau ada sedikit rasa kesal dan kemarahan yang ia perlihatkan setelah insiden kurang ajar Sekretaris ganjen, eh, mantan sekretaris ganjen maksudnya. Tapi, aku yakin ia sudah tidak terlalu memikirkan hal itu. Aurora tak perlu merasa khawatir kalau aku akan menyeleweng darinya, karena selama ini aku selalu mengatakan apa adanya, tanpa ada satupun yang kututupi. Kemarin Ia terlih

