"Tanyakan," ucap Ora pelan membuatku menatapnya. Matanya memandang kumpulan awan yang mulai menghitam di atas kami. Tatapannya terlihat begitu sendu membuatku menelan air liurku. "Tanyakan apa?" Tanyaku berpura tak mengerti. "Tanyakan apa ingin kamu ketahui tentang aku." Aku kembali terdiam. Keraguan merasuk ke dalam hatiku, seharusnya aku senang ia ingin mencoba membuka diri, tapi aku tak nyaman membuka kembali luka lama yang telah ia tutup dengan begitu rapat. "Yakin?" Ucapku tagu meminta persetujuan. Aurora menatapku lembut lalu mengangguk. Kembali ku hela napas. Ini kesempatanku untuk mengetahui semua tentangnya, lagipula banyak hal tentangnya yang terus menjadi misteri yang ingin ku kuak. Terutama, kata-katanya tadi. "Selama ini kamu cuma punya dua teman?" Tanyaku pelan yang dija

