Impoten 37

1586 Words

Enjoy Reading *** "Ella." Jovan mendekat ingin memeluk Ella dan mengatakan betapa bersyukurnya dia karena akhirnya menemukannya setelah dua hari keliling Jakarta. "Aku kangen kamu," bisik Jovan langsung merengkuh Ella kedalam pelukannya. Ella terdiam dengan tubuh kaku. Antara kaget, marah, kecewa dan rindu. Tapi sekejap kemudian dia dia merasa lebih marah saat tahu Jovan bukan bertanya kabarnya malah hanya mengatakan kangen. Apa menurut Jovan tubuhnya saja yang berguna. Ella merasa di lecehkan. Dengan kesal dia melepas pelukan Jovan dan mendorongnya agar menjauh. "Plakkkkk." Tampar Ella sekuat tenaga. Pipi Jovan terasa panas tapi Jovan tahu dia pantas mendapatkannya. Bahkan ini terlalu ringan untuknya. "Jangan pernah menemui ku apalagi menyentuhku. Aku tidak Sudi," ucap Ella denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD