“Pagi, Ma.” Adrian menyapa sang mama yang pagi ini terlihat begitu ceria. Wanita itu sedang menyiram tanaman hias kesayangannya di belakang rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Seolah-olah ada hal yang sangat membahagiakan yang sedang ia rasakan. “Pagi, Sayang. Kamu mau berangkat kerja?” tanya Isabelle. “Iya. Aku lihat … dari kemarin Mama, tuh, senyum terus. Lagi bahagia, ya, Ma?” Isabelle meletakkan selang di tanah, lalu mendekati sang putra yang saat ini menatapnya dengan senyuman. Isabelle melihat keadaan sekitar sebelum akhirnya menarik lengan Adrian menuju ke gazebo di dekat sana, lalu memintanya duduk. “Mama kemarin ke kantornya Ethan. Terus … Mama ketemu sama gadis yang dia suka,” ucap Isabelle sedikit berbisik, tapi tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Wah, serius, Ma?

