Bab 48. Rindu yang Tidak Bisa Kuungkapkan

1052 Words

Mobil Ethan melesat menuju ke rumah sakit. Dikemudikan oleh Roy, mereka menempuh jarak beberapa menit usai keluar dari kantor Richard. Begitu sampai di rumah sakit, Ethan hampir berlari melewati koridor. Ia meninggalkan Roy yang hanya bisa menggeleng lemah melihat tingkah sang sahabat yang sedang dilanda cinta. Begitu pintu lotong terbuka, tanpa pikir panjang ia langsung menarik Vivian ke dalam dekapannya. Vivian terkejut. Tubuhnya menegang, lalu perlahan melunak dalam pelukan itu. Senyumnya terbit perlahan. Ia bisa merasakan betapa erat dan kuatnya lengan Ethan membungkusnya, seakan tak ingin melepaskannya begitu saja. “E-Ethan…” Suaranya terdengar pelan dan bergetar. “Kenapa meluknya erat banget?” katanya. Hanya terdengar desahan berat dari mulut Ethan. Pria itu memeham, lalu dengan n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD