Bab 55. Di Sini Untukmu

1205 Words

Lorong rumah sakit itu sunyi, hanya suara langkah kaki Vivian dan Roy yang terdengar bergaung. Cahaya lampu putih pucat menyorot wajahnya yang letih, sembab oleh air mata yang dipaksanya kering sebelum masuk. Di depan pintu kamar rawat, Roy berhenti. Ia menoleh ke arah Vivian. “Apa Anda yakin tidak butuh aku menunggu di luar, Bu?” tanyanya hati-hati. Vivian menggeleng sambil tersenyum tipis. “Enggak perlu, Roy. Kamu pulang saja. Aku mau sendiri sama Ibu malam ini.” Roy masih tampak ragu, tapi tatapan Vivian yang lembut namun tegas membuatnya tak bisa membantah. Akhirnya ia hanya mengangguk pelan. “Baik, Bu. Kalau begitu saya pamit.” Vivian masuk perlahan. Bau khas antiseptik langsung menyergap. Seorang suster yang duduk di kursi kecil segera berdiri menyambut. “Selamat malam, Bu Viv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD