SYIFA Selama mata pelajaran Kimia berlangsung, aku hanya mendengarkan dengan hikmat dan sesekali mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang Ibu Rum lontarkan. Begitupun dengan Loly, kami berdua memang bukan siswi populer disekolah, walaupun tampang maupun kecerdasan otak kami memang lumayan. Kata anak kelas sih.Jujur aku tidak suka dengan yang namanya 'popularitas'. Sebab tujuanku sekolah, yaa cari ilmu yang bermanfaat sebanyak - banyaknya. Bukan begitu? Tak terasa waktu istirahat pun tiba, Loly dengan sigap menarik lenganku beranjak dari kursi tempatku duduk, dan setengah menyeretku menuju kantin. "Fa, buruan dong. Nanti kantin keburu ramai dan aku gak dapet jatah gimana?" Rengeknya sambil melangkahkan kakinya lebih cepat dibanding langkah kakiku. Aku benar-benar merasa sedang

