Hurt (two)

622 Words

SYIFA Aku berusaha membuka mataku dengan susah payah, mencoba mengembalikan kesadaranku yang sempat hilang. Kepalaku pun masih terasa berdenyut hebat dan rasa nyeri lagi - lagi menjalar di sekujur tubuhku. Susah payah aku mencoba menetralkan pandanganku, namun tetap saja mataku hanya bisa melihat semuanya dengan fokus yang kecil. Semuanya dimataku tidak terlihat sejelas dulu. Apa yang terjadi?! Cowok gila itu! Aku tidak menyangka dia bisa berbuat sejahat ini padaku. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa dia menyayangiku bahkan mencintaiku, HAHAH see! Sekarang dia berhasil membuatku terbaring lemah disini setelah mengatakan dua kata terbulshit yang pernah aku dengar dari mulutnya itu. Apa dia psikopat? Astaghfirullah. Tok. Tok.Tok. Suara ketukan pintu membuatku was - was, jangan - jangan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD