Rafa, Sayang Mama

667 Words

@ rumah sakit seorang pemuda berlari kencang tanpa menperhatikan orang di sekitar. Lalu lalang manusia yang berjalan kesana kemari. Ada yang saling menyapa dan ada juga yang saling meneteskan air mata. Menguatkan satu sama lain. Ada yang gembira karena telah sembuh. Segala hal tentang kebahagiaan seseorang kita tak pernah tau yang Terpenting cintai, jaga mereka hingga waktu yang memisahkan raga dan raga. Waktu tak pernah berbicara kepada kita tetapi waktu yang menghamparkanmu tentang jalan  kehidupan. Seorang manusia hanya bisa menjadi hal yang terbaik untuk orang yang mereka sayang hingga waktu saling mengehembuskan dalam nafas terakhir setiap individu yang bernyawa. Kini ia hanya bisa menggenggam erat harapan. Harapan tuk bisa melihat senyum mamanya. Ia melihat ke arah kaca kamar icu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD