Bab 37

1120 Words

Bab 37 Meskipun sudah menduga sesuatu, Agnes mencoba untuk bersikap biasa saja seolah tidak mengetahui apa pun. Karena sebelum dia mendapatkan bukti secara jelas, dia tidak boleh bersikap gegabah yang akan berimbas buruk pada dirinya sendiri. Lebih baik menahan kemarahan demi tercapainya keinginan. Agnes sedikit terhenyak begitu mendengar pintu kamar mandi terbuka. Dari baliknya Roger keluar hanya dengan handuk putih yang melilit pinggang. Pria itu mendekatinya dengan senyum mengembang. Ketika hendak mencium, tangannya yang berada di d**a Roger menghalanginya. "Aku hari ini capek. Tidak mau ada keintiman di antar kita." Lalu dia beranjak dari sofa dan berpindah tempat ke tempat tidur. Roger memandang Agnes dengan pandangan penuh tanya. "Kamu tidak rindu aku? Kamu datang ke sini karena r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD