“Ya, mbak?” “Mbak Najma ke resepsionis sekarang ya. Ada paket untuk Mbak.” “Hah?” Najma yakin dia salah mendengar. "Paket?” "Iya." "Aku tidak belanja online kok mbak?" "Ini paket kiriman orang, mbak. Ada buket bunga, coklat, dan boneka." Kening Najma mengerut mendengar semua yang disebutkan oleh gadis di telpon. Dia lalu melirik kalender kecil yang ada di atas mejanya. Dia mengingat-ingat barangkali dia melupakan hari yang paling istimewa. “Aku tidak ulang tahun kok mbak? Kok bisa ada orang yang mau kirim semua itu?” “Aku tidak tau soal itu Mbak Najma. Aku kan hanya menerima saja. Ini tidak dari satu orang kayaknya mbak. Tapi dari tiga orang karena paketnya ada tiga dan tadi yang mamas paketnya beda-beda yang antar.” Najma terhenyak. “Apa? Tiga? Dari siapa saja?” “Tidak tau, mbak.

