Demi segera bisa melupakan Roger, Najma menyibukkan dirinya. Datang pagi-pagi ke panti, bantu-bantu di sana hingga siang hari, baru kemudian berangkat ke tempat kerjanya. Awalnya selama beberapa hari usaha yang dilakukan tak berpengaruh apapun. Sosok Roger selalu membayang di pelupuk mata. Tapi seiring berjalannya waktu, usaha Najma menampakan hasil. Roger tak lagi mendominasi pikirannya. Ini tiga Minggu sejak itu. "Aku duluan ya!" Najma mengangkat tangannya ke atas. "Oke." Riris paling dulu menimpali dengan kedua ibu jarinya. Gadis tomboy yang tidak pernah mencoba pakai rok. "Hati-hati di jalan ya." Hakim, pria yang paling perhatian juga ada hati pada Najma ikut menimpali. "Jatuh bangun sendiri ya." Kalau ini Si Dita. Orang yang paling usil dari semua teman-temannya. "Jangan saj

