"Apa-apaan ini? Kenapa dia langsung me-non-aktifkan ponselnya? Apa karena dia tidak suka dengan pertanyaan-pertanyaanku tadi?" Agnes menghela nafas kasar. Dia memutar-mutar pipih segi empat di tangannya itu. Dia gelisah. Tak mau perasaan ini terus ada, dia pun menelpon seseorang. "Halo, nona." Sambutan orang yang dia telpon. "Kamu di mana?" tanya Agnes langsung. "Sedang di luar, nona." "Bersama Roger?" "Tidak." "O. Berarti kamu tidak tau tentang tamu itu?" "Tamu? Maksud nona?" "Aku tadi menelponnya. Lalu minta beralih ke video call. Tapi dia menolak karena katanya sedang ada tamu." "Ya, mungkin saja, nona." Agnes menipiskan bibir. "Aku bingung. Kamu assisten pribadinya tapi sering tidak tau yang berhubungan dengannya. Termasuk tentang tamu ini. Dia sampai me-non-aktifkan ponseln

