"Aku yang bikin? Bukannya tinggal kasih inisial aja ya? SS gitu." Sora jadi bingung entah untuk yang ke berapa kali hari ini. "Ya ... guru juga bisa sih. Tapi kan bisa juga pakai inisial nama lengkap." Samran memberikan pilihan. Ah ... benar juga. Bisa pakai inisial nama lengkap supaya lebih jelas maknanya. "Ya udah deh. Pakai inisial nama lengkap aja." Sora akhirnya setuju. "Oke." Samran juga sudah menerima. Sora akhirnya punya kesempatan untuk menanyakan apa yang sejak tadi membuat ia penasaran, tapi belum ada waktu dan tempat yang pas untuk mengutarakan. "Mas Samran memangnya sudah beli cincin ya?" tanya Sora. Samran tersenyum. "Iya, sudah. Cincin biasa aja. Dari perak bahan dasarnya. Harga sembilan juta rupiah." Samran menjelaskan sambil tertawa. Sora pun ikut tertawa. Lega sebe

