Waktu sudah menunjukkan tengah malam tapi ishycha masih terus saja menangis . Mata dan hidungnya sudah terlihat memerah , tetes – tetes air mata membasahi bantal dan selimut dikasurnya . Sudah banyak air mata yang terbuang namun belum cukup juga ia menangis . Sampai akhirnya tangisnya berhenti seketika saat mendengar suara ketukan dari pintu balkon kamarnya membuat ishycha terdiam dengan perasaan takut . TOK ! TOK ! Ishycha tersontak kaget , bulu kuduknya merinding dan ia bergidik ngeri karena tidak biasanya malam-malam begini ada tamu dan ditambah lagi tamu yang datang malam ini mengetuk lewat pintu balkon, membuat ishycha keheranan. " Siapa yang ketuk pintu malam – malam begini ? lewat balkon lagi ? Gimana bisa itu orang manjatnya ? apa jangan-jangan . . . .

