Perjanjian Mematikan Di Atas Kertas

1185 Words
*Throw Back* "Bagaimana dengan pertemuamu dengan Tuan Kendrick?" Bellen langsung menghampiri dan bertanya melihat Steve yang baru sampai rumah dan belum mendudukan pantatnya karena lelah setelah menemui Kendrick Leon Hector. "Kau ini seharusnya menyambutku bukan langsung bertanya seperti itu!" ucap Steve ang menarik dasi dan menggoyangkan dasinya untuk dilepaskan. "Cerewet sekali kau, lalu bagaimana hasilnya Stev?" sergah Bellen penasaran. "Tuan Kendrick ingin membantu kita dengan persyaratan dan imbalan yang ia mau," kata Jovan menghela napasnya kasar. "Imbalan apa maksudmu?" tanya Bellen bingung. "Tuan Kendrick mau kita menyerahkan Lily sebagai gantinya, ia mau Lily melayani dan mengabdikan hidupnya sampai mati." Steve menjelaskan dengan menengguk minuman yang dihidangkan Belelb. "Apa? Hahaha...... " suara tawa melengking Bellen yang senang mendengar penjelasan Steve. "Bukankah itu bagus Stev, kita tidak perlu repot-repot menampung anak sialan itu. Anak itu hanya menyusahkan kita saja, jadi lebih bagus kita buang kan." Bellen berkata dengan senyuman menyeringai. Wanita rubah itu memang senang sekali menyiksa Lily, tidak ada rasa belas kasih sedikitpun mendengar ponakannya akan dijual. "Bagaimanapun juga Lily ponakanku. Kau sepertinya senang sekali mendengar Lily ingin ditukar sebagai pengganti," sahut Jovan mendengar tidak suka. "Sudahlah Steve! jangan berlebihan seperti itu. Lagi pula buatlah Lily berguna untuk kita. Tidak ada gunanya juga kau terus merawat dan menampungnya." "Tapi apakah Lily mau?" tanya Steve masih ragu. "Kau jangan terlalu berlebihan memikirkannya Steve. Dia harus tahu diri, kita sudah membesarkan dan mengurusnya dari kecil. Buatlah dia berguna untuk kita. Buat apa juga kita menampungnya terus tidak ada gunanya kan!" seru Bellen yang terus menyerocos itu. Bellen memang keinginannya dari dulu ingin menyingkirkan Lily. Jika bukan karena masih ada ikatan saudara dengan Steve, sudah Bellen tendang dari Lily masih kecil. "Hmm." Steve mencerna omongan Bellen ada benarnya juga. Meskipun Steve bersikap kasar sama saja dengan Bellen tetapi masih ada sedikit rasa kasihan pada Lily. Lily mau tidak mau harus menuruti permintaan Kedua orangtua sambungnya yang rubah ini. Sungguh malang! **** Seorang pria berperawakan tampan dan tubuh atletis dengan setelan jas coklat sedang duduk dengan kaki kanan yang menyilang di atas kaki kirinya, terlihat maskulin dan sangat gagah. Jemari tangannya memegang bolpoint berwarna hitam bermerk yang ia ketuk-ketukan pada meja kerjanya itu. "Jack, Bagaimana perjanjian dengan si tua Badros? Apa ponakannya itu menyetujui?" tanya Kendrick penasaran dengan Lily. Memang Kendrick setelah menemui Steve, langsung menyuruh Jackson menyelidiki segala kehidupan Steve Bedros dan termasuk sang ponakan cantik si Lily. Rupanya Kendrick cukup tertarik dengan gadis itu. Catat! bukan tertarik menyukai tetapi tertarik untuk disiksa. Kendrick ingin melihat sampai mana batas kemampuan gadis itu demi uang. Siapa tahu gadis itu mempunyai rencana licik yang ingin menguasai dirinya dan hartanya. Wanita mana yang tidak tertarik dengan segala yang ia miliki? meskipun Kendrick bengis dan keji, demi uang apapun tentu akan dilakukan. Bukan hal baru untuk Kendrick menyepakati perjanjian pada orang yang berani berhadapan dengan dirinya dan ia bebas melakukan hal di luar praduga tersebut. "Tentu saja si tua Bedros itu menyetujui, hahahaha." Kendrick tertawa menyeringai mengingat wajah iba si tua Bedros saat mengemis bantuan padanya. "Hanya Kendrick Hector yang dapat mengubah hidup si tua bangka itu!" ucap Kendrick dengan hina. Bagi Kendrick memberikan uangnya kepada si tua Steve Bedros bukanlah apa-apa. Kendrick menantang manusia-manusia berwajah rubah yang gila harta, apapun akan dilakukan manusia jenis itu untuk menikmati hidup mewah. Termasuk Steve Bedros, tentu saja si tua itu akan memberikan segalanya. Jackson yang berdiri di samping tuannya itu hanya tersenyum kecut mendengar ucapan-ucapan bengis lelaki itu. "Steve Bedros belum menghubungiku, Tuan," jawab Jackson. "Kau urus secepatnya, aku tidak ingin terlalu bertele-tele," titah Justin. **** "Hallo... Selamat siang tuan Jackson," sapa Steve pada sekretaris Jackson dari sambungan telpon. "Ya siapa ini?" tanya Jackson yang tidak tahu nomor panggilan tidak dikenal. "Saya Steve Bedros, Tuan." "Oh rupanya kau." Jackson mengingat-ingat yang menelponnya adalah si tua Bedros yang tempo hari meminta bantuan dan membuat perjanjian dengan tuannya. "Saya bersedia. Bagaimana dengan pertemuan kita, Tuan?" tanya Jovan. "Baiklah, nanti malam jam 7 di Hotel Greenland area rooftoop ballroom," sambung Jackson yang langsung menutup telponnya. **** Pada malamnya di sebuah Hotel Greenland.... Seorang pria tua bersama gadis cantik sedang duduk di roof top hotel. Gadis berambut coklat dengan rambut panjang yang dikuncir kuda dan perpaduan dress selutut kuning lemon lengan pendek, ditambah polesan liptint pink di bibirnya itu melihatkan wajah cantiknya. Namun di wajahnya tersirat rasa ketakutan dan kecemasan. Steve bersama Lily sedang menunggu Kendrick Leon Hector. "Ya Tuhan... aku takut sekali," Selena memeras tangannya yang sudah basah berkeringat dingin karena takut. Ia terus membaca doa-doa kecil. Bagaimana tidak takut, dirinya akan ditukar karena uang oleh pamannya. "Bagaimana bisa aku menjalani hidupku bersama kakek-kakek tua?" Lily terus bergumam dalam hatinya. Lily memikirkan dan membayangkan itu bergidik ngeri. Setelah 30 menit mereka menunggu. Lelaki tinggi gagah dengan setelah jas hitam dan kacamata hitam yang menempel di matanya bersama para laki-laki pengikutnya di belakang berjalan menghampiri Steve dan Lily. Lily melihat terkesima yang menghampiri dirinya dan paman ternyata pria yang tampan bukan kakek-kakek tua yang ada dibayangannya. Kendrick dan Jackson datang dengan 10 para bodyguard yang mengawal. Kendrick melepaskan kacamatanya sekilas melirik tajam pada Lily. Lily awalnya terkesima, tetapi saat sorotan mata tajam dingin menatapnya itu ia langsung menelan salivanya dan menurunkan wajahnya yang takut. Kendrick duduk dengan Jackson yang membawa berkas amplop coklat di tangannya. "Selamat malam, tuan besar Kendrick," sapa Steve berbasa-basi. "Apa ini ponakan yang kau katakan sebagai pengganti?" Kendrick langsung bertanya ke intinya. Tatapan matanya dingin melirik Selena. "Iya tuan.. ini ponakan saya Lily," jawab Steve memberitahu dan membungkuk memberikan rasa hormat, "berikan rasa hormatmu pada tuan besar, Lily." Steve menyuruh Lily memberikan hormat. Lily menelan salivanya, apa lagi ditatap dingin seperti itu membuatnya takut. Tatapan dingin seperti serigala yang ingin menerkam musuhnya. "Sa, saya Lily, Tuan" ucap Lily terbata-bata gugup. Jackson si sekretaris mengeluarkan amplop coklat di atas meja yang ia bawa dan menyerahkan pada Steve untuk dibaca. "Silakan anda baca berkas itu," perintah Jackson pada Steve Steve membuka gulungan tali amplop itu, dan mengambil kertas putih di dalamnya. Terlihat cukup banyak lembaran kertas itu. Steve membaca isi dari kertas itu tiap lembar, surat perjanjian apabila melanggar aturan. Poin-poin yang ia baca adalah : 1. Pihak pertama menjaminkan uang dengan sebesar 10 triliun merupakan milik dari pihak ke dua dengan kesepakatan bersama. 2. Dari kedua belah pihak melakukan kesepakatan tersebut akan dilakukan dengan jaminan pengganti. Pengganti sebagai pengabdian dan melayani atas jasa dari pihak pertama yang memberikan. 3. Pihak pertama akan menjaminkan pengabdian tersebut dengan keluarga atau kerabat sedarah. Pihak pertama akan memberikan pengabdian dan pelayanan kepada pihak kedua semasa hidup yang dimiliki. 4. Pihak pertama harus menyepakati perjanjian tersebut, dan untuk si pengabdi harus mengikuti segala perintah dari pihak pertama tanpa terkecuali. 5. Jika melanggar kesepakatan dan perjanjian tersebut maka akan ada konsekuensi dan resiko. Apabila si pengabdi melakukan hal-hal diluar kesepakatan seperti melarikan diri. Pihak pertama akan mencabut semua pernjanjian tersebut dan mengambil alih uang beserta harta lainnya termasuk perusahaan dan pihak pertama dapat melakukan apapun jika melanggar. 6. Perjanjian ini dibuat berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak bisa digugat. Kira-kira seperti itulah perjanjian-perjanjian menyedihkan yang akan Lily terima dalam hidupnya. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD