BCS 30

2883 Words

Sempat mangkir beberapa kali pada pertemuan bahasan mengenai yayasan RSIA, kali ini Sandra hadir. Setelah pagi tadi melakoni perdebatan sengit dengan sang ibunda. Membuatnya tidak bisa berdalih. Lantaran berat akan keterpaksaan di ambang meeting, Sandra sama sekali tak berniat untuk menyuarakan pendapat. Terlebih, semua merupakan keinginan dari mamanya. Suasana ruang auditorium sangat kontras dengan Sandra yang begitu pasif. Beberapa orang hadir, maupun Abimanyu sang pemilik sarana, berlomba memasang suara masing-masing. Kerlingan mata Sandra melihat sosok Kanu. Pria itu duduk tak jauh darinya di depan sana. Helaan napas Sandra begitu kentara dalam pergerakkan mengubah posisi duduk gusarnya. Terpaksa untuk hadir seakan belum cukup mengacaukan suasana hati Sandra hari ini. Ia bahkan sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD