Extend

2067 Words

Kalimat itu tidak langsung dipahami oleh Pritha. Dia berdiri diam di ambang pintu kamarnya, tangannya masih menggenggam gagang pintu, sementara pikirannya seperti tertahan di satu titik. "Mama gak tahu harus bagaimana berterimakasih ke kamu." Kalimat itu terdengar sederhana, tapi maknanya terasa jauh lebih dalam dari yang bisa langsung dia cerna. Pritha menatap mama Ryu beberapa detik lebih lama dari biasanya. Ada sesuatu di wajah wanita itu yang berbeda. Bukan lagi sekadar ketegasan atau kecurigaan seperti tadi, tapi ada lapisan lain yang mulai terlihat, harap yang tertahan, dan mungkin juga kelegaan yang belum berani diakui sepenuhnya. "Ma..." suara Pritha pelan, hampir ragu untuk bertanya, "maksud mama...?" Mama Ryu menghela nafas pelan, lalu melangkah mendekat sedikit. Kali ini jara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD