Sulitnya Berkata Putus

1846 Words

Sebagai seorang pria, Enrique tak ingin wanitanya menangis ataupun menderita. Ia ingin menjadi orang yang selalu melindunginya, mengusap air matanya, membuatnya selalu tersenyum bahagia. Makanya, ia ingin mengakhiri penderitaan Deirdre. Ia sudah memutuskan, dan sekarang saatnya. Enrique menutup telepon, Deirdre menatapnya bingung dan bertanya: "Apa yang terjadi? Apa kak Tania datang ke rumahmu?" Enrique meletakkan ponselnya di meja. Mata cokelat tajam itu menatap kekasihnya lamat-lamat, kemudian menggenggam kedua tangan gadis itu. "Bukan, tapi Ciara," jawabnya. "Ciara?" Deirdre membeo, semakin penasaran. "Dia ingin makan siang bersama denganku," kata Enrique, setelah menganggukkan kepala. "Ini agak aneh. Kenapa dia tidak menghubungiku saja kalau memang ingin bertemu? Bukannya dia su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD