Kapan Kita menikah?

1007 Words

Aku menatap perut Anita yang semakin membuncit. Wanita itu tertidur sangat pulas di atas sofa. Sepertinya dia kelelahan menunggu aku pulang. Aku melewati Anita begitu saja. Tidak sedikit pun menoleh padanya. Entahlah, aku tidak tahu ke mana hilangnya gairah yang menggebu-gebu dulu. Kini semua terasa hampa dan hambar. Bahkan, aku sampai bertanya-tanya pada diri sendiri apa yang membuat aku dulu begitu tergila-gila pada Anita. Wajah wanita itu tidak cantik, tubuhnya juga tidak terlalu tinggi. Tidak seperti Lintang yang ideal dan profesional. Benar apa yang dikatakan ustad-ustad melalui ceramah di televisi dan media sosial. Jika sesuatu yang haram akan terlihat sangat indah, karena sudah dihiasi oleh setan. Baik mata dan juga hati dibutakan dari yang halal, sehingga menjadi sangat senang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD