28. Dua Pasang Tamu

1136 Words

“Bu! Ibu denger sendiri kan, dia minta apa?” lapor Ivone pada Rasyidah. “Dia itu penjahat kel*min! Dia melecehkan saya!” “Tuan Sam, jangan ngomong sembarangan. Nggak baik bilang begitu meskipun konsepnya bercanda.” Ivone berdecak, menatap Sam sebal. Mulut pria itu benar-benar tidak ada saringannya. Padahal di situ ada Rasyidah, tetap saja tidak punya malu. “Sengaja memancing, Bu. Kalau dia marah berarti dia bukan wanita murah. Tapi kalau diam apalagi malu, berarti dia memang mau.” Sam mendekati Ivone, meletakkan sesuatu di meja depan wanita itu. Sebuah kotak. “Apa ini?” tanya Ivone ketus. “Nggak usah nyogok! Nggak mempan!” “Bom, buat menghancurkan hidupmu.” “Tuan Saam!” tegur Rasyidah lagi. “Ibu nggak suka cara bercandamu. Sama calon istri kok seperti ini. Nggak baik bercanda berle

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD