Dengan cekatan, Sam membersihkan luka-luka Ivone, menyuntikkan lidocaine di sekitar jaringan yang bengkak, lalu melilitkan perban elastis pada pergelangan kaki tersebut. “Bod0h. Seharusnya kamu tidak pernah masuk ke dunia saya ini, Ivone. Tapi saya tidak akan membiarkanmu mati. Belum,” gumam Sam sambil tangannya masih bekerja. Ia menatap wajah Ivone yang terlelap karena pengaruh bius. Ada sesuatu di sorot matanya. Antara kekuasaan dan obsesi. Setelah selesai, ia mengangkat Ivone kembali, membawanya bukan ke ruang isolasi, melainkan ke kamar pribadinya di rumah utama. Ruangan itu megah. Ranjang king-size, tirai hitam tebal, aroma parfum mahal. Ada jalur khusus yang langsung membawanya menuju kamar tanpa harus berjalan melewati ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang lainnya. Rumah dan k

