13. Kamu Harus M4ti

1503 Words

“Kur4ng ajar kamu, Indra!” Ivone memukul kepala Indra dengan keras. “Aw!” pekik Indra. “Br3ngsek!” Ivone juga memukul tangan pria itu sampai akhirnya laju sedikit oleng dan sepeda motor sedikit melambat. Tanpa berpikir lebih panjang, Ivone loncat turun. Ia lantas berlari terseok-seok entah ke arah mana meskipun kakinya terasa sakit. Yang jelas, ia terus berlari di jalanan dengan harapan jika sewaktu-waktu ada kendaraan melintas bisa meminta tolong. Ivone tidak berteriak meminta tolong sebab yakin itu percuma. Tidak ada yang menolongnya di hutan segelap ini. Justru akan membuat tenaganya habis. “Ivone! Kamu nggak akan pernah bisa lari!” pekik Indra yang masih bisa didengar Ivone. Sorot lampu sepeda motor masih menyorotnya. Ivone terus berlari sambil menangis. Langkahnya kacau, te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD