Keduanya mendekati sang tamu. Sementara tamu itu berdiri melihat pemilik rumah datang, sedikit membungkuk hormat. “Sudah dari tadi?” tanya Ivone. “Belum. Barusan kok. Mau kirim pesan ke kamu, ternyata udah kelihatan.” Ivone mengangguk-angguk. “Ibu sehat?” tanya tamu tersebut. Yama. “Alhamdulillah. Ya sudah, Ibu masuk dulu. Iv, jangan lupa buatkan minum.” “Ya, Bu. Mari masuk, Mas.” “Nggak usah. Di sini saja.” “Oh, ya udah.” Ivone lalu mempersilakan Yama kembali duduk. Sementara Kusnul masuk rumah. “Mau minum apa?” “Nggak perlu. Udah mau Magrib. Aku cuma mampir bentar kok.” “Kapan datang dari Kalimantan?” “Tadi siang. Cek proyek, lalu ke sini.” “Oh.” “Kamu masih marah?” Ivone tersenyum masam, lalu mengedikkan bahu. “Enggak. Siapa yang marah?” “Ya aku merasa kamu agak berub

