Merari melihat angka yang ditampilkan di layar lift, berharap lift bisa mencapai lantai dasar secepat mungkin. Mungkin saat ini adalah jam-jam sibuk lift. Lift terus-menerus berhenti di beberapa lantai, tetapi karena orang-orang di dalam sudah penuh, sehingga orang-orang di luar sama sekali tidak bisa masuk. Saat ini, Merari bisa merasakan nafas Riyadi di bagian belakang lehernya, dan napas hangat Riyadi itu membuat dia sedikit tergoda. Hal ini langsung mengingatkannya akan kejadian malam yang gila itu. Ingatan ini membuatnya menyadari bahwa sebenarnya dia sudah pernah tidur dengan Riyadi, mereka sudah pernah tidur bersama! Udara pengap di dalam lift dan perasaan tidak tenang di hatinya membuat Merari tidak bisa menahan diri untuk menggerakkan tubuhnya, tetapi tiba-tiba suara

