Part 33

1729 Words

“Mas Ansell, udah mau jam setengah tujuh lho.” “Tapi kan, Mas sakit yang,” kata Ansell masih dalam posisi memeluk Anwa.  “Iya, lepas dulu pelukannya. Aku mau lihat Ray dulu, Mas.” Anwa menghela nafasnya, menatap ke arah Ansell yang memejamkan mata namun tangan laki-laki itu memeluk pingang Anwa erat. “Lepas sebentar aja ya, Mas. Ray sering kelupaan bawa bekal makan siangnya,” ujar Anwa lagi, pelukan itu akhirnya terlepas. Ansell menatap ke arah isterinya. “Sebentar aja ya yang? Mas tunggu.” Anwa menggelengkan kepalanya, perlahan bangkit. Sebelum meninggalkan kasur, wanita itu kembali menempelkan telapak tangannya di dahi sang suami. Tidak terasa hangat lagi. “Udah enggak hangat, Mas.” “Kepala Mas yang sekarang pusing yang, Mas kemarin kan habis menerjang badai,” tutur Ansell berlebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD