DOR! Alvaro merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak ketika peluru itu hampir saja mengenai ibunya. Terlambat sedikit saja, pria itu mungkin akan melihat ibunya terluka. Tahu bahwa Bos mereka dalam bahaya, para anak buah mulai maju dan melindungi Alvaro dan Mareta. Pria itu tanpa mengatakan apapun langsung saja menggendong ibunya membawannya menuju ke tempat yang aman. “Mama tunggu disini, jangan kemana-mana,” suruh Alvaro meminta Mereta untuk diam di dalam mobil. “Kalian jaga Mama saya, jangan sampai terluka!” titah Alvaro pada dua buah anak buahnya. Mareta masih belum bisa mengatakan apapun, bahkan ketika putranya menutup pintu mobil, lidahnya terasa sangat berat untuk meminta putranya tetap disisinya. Bunyi tembakan terdengar saling sahut di luar sana membuat Mareta memejamk

