Mobil yang dikendarai Ansell akhirnya sampai di rumah mereka. Bi Elen yang ingin menyiapkan makan siang, masuk lebih dulu meninggalkan pasangan suami isteri itu yang masih berada di dalam mobil. “Yang, kenapa? Kok sedih? Adik bayinya nanti ikut sedih lho,” bujuk Ansell saat melihat air wajah sang isteri yang sedikit berubah ketika Aksa menolak tawaran Anwa untuk tinggal bersamanya. Aksa lebih memilih tetap tinggal di kostannya. “Aku masih rindu sama Aksa, Mas.” Ansell memutar bola matanya malas, untung pria yang menjadi putra angkat isterinya itu menolak tinggal di rumah mereka, bisa ditebak pasti akan ada adu mulut setiap harinya. “Anak itu udah besar, yang,” ujar Ansell langsung ditatap tajam oleh Anwa. “Aksa anak aku, Mas,” ungkapnya sedikit keras membuat Ansell meringgis. Itu artin

