“Jangan pernah menyakiti isteri saya jika kamu tidak mau berurusan dengan saya!” Ansell menatap tajam pada sosok gadis yang berada di depannya, tidak memperdulikan tubuh gadis itu bergetar. Amarahnya berada di level tertinggi ketika melihat isteri dan calon anaknya yang berada di perut Anwa hampir saja karena gadis itu melakukannya dengan sengaja. Terjadi keheningan beberapa lama disana. Anwa yang sebenarnya juga terkejut dengan amarah sang suami berusaha menenangkannya, ia mengelus tangan Ansell dan tersenyum tipis. “Aku enggak papa kok, Mas.” Lalu beralih menatap sendu pada sosok gadis yang masih membeku di tempatnya. “Belva mungkin masih terkejut karena bertemu aku lagi,” ujar Anwa membela Belva, ia tidak mau sang suami membenci anak kandungnya. “Perempuan itu hampir saja mencelakai

