Part 24

1756 Words

"Maaf, maaf. Maafin Mas, sayang." Ada jeda beberapa detik sebelum Anwa perlahan melepaskan pelukan yang ada di perutnya, wanita itu kemudian membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Ansell dengan senyum tipis. "Mas udah pulang?" tanya Anwa membuat Ansell semakin merasa di timpa rasa bersalah. Berkali-kali ia kecewakan, senyum itu masih untuknya. "Jangan seperti ini, Anwa. Kamu boleh marah sama Mas, boleh pukul Mas kalo mau," tutur Ansell menatap sesal ke arah sang isteri. Anwa menggeleng, tangan wanita itu perlahan mengusap rahang tegas suaminya. "Tidak mau, menyakiti Mas sama saja menyakiti diri aku sendiri." Lihat? Apa emang hebatnya Ansell sehingga berani mengecewakan hati tulus milik isterinya?  "Sejujurnya, aku enggak mau Mas Anaell terlalu sering bertemu sama teman-teman Mas. Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD