“Wa, kalo udah enggak sabar, ini ubinya langsung Bibi sambelin aja mau?” Anwa yang tengah memarut ubi menjadi bagian yang tipis-tipis agar bisa menjadi keripik ubi mendongak, menatap ke arah Bi Elen yang bertugas di bagian penggorengan. “Enggak usah, Bi, nanti aja biar langsung semuanya,” tutur Anwa yang tidak mau memberatkan pekerjaan Bi Elen, lagi pula ia masih dapat menahan keinginannya untuk memakan keripiknya. “Yang ini ubinya cukup atau tambah lagi?” tanya Ansell dengan wajahnya sudah basah akan keringat, pria itu bertugas untuk membuka dan membersihkan kulit singkongnya. “Tambah lagi aja Mas,” ucap Anwa yang sebenarnya tak tega melihat suaminya yang kelelahan namun jika singkongnya tak segera diolah maka kemungkinan akan menjadi mubazir karena busuk. Ansell mengangguk, lelaki

